Featured Post Today
print this page
Latest Post

KEUTAMAAN DZIKIR PAGI DAN PETANG


Bismillahirrohmanirrohiim

Berdo’a dan berdzikir adalah bahagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan setiap ibadah hendaklah bersandar kepada dalil serta mengambil contoh (ittiba’) kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagai bukti kita adalah pengikutnya.

Bacaan do’a dan dzikir-dzikir harian di bawah ini, seluruhnya disumberkan kepada Al-Qur’an dan Hadits yang shahih. Alhamdulillah, untuk sampai pada sumber-sumber shahih demikian, kita sangat terbantu oleh jerih payah para ahlul ‘ilmu dari sejumlah generasi terdahulu, yang telah berupaya  mengumpulkan lafaz do’a dan dzikir-dzikir yang sesuai sunnah, mengklasifikasi, dan melakukan metode-metode ilmu hadits yang diperlukan untuk menelusuri dan menguji kesahihannya.

Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, Imam At-Tarmidzi, dan Imam Ibnu Majah adalah sebagian dari ulama-ulama ahli hadits yang memberikan tempat tersendiri mengenai doa-doa dan dzikir-dzikir dalam salah satu bab dari kitab-kitab yang mereka tulis.

Perintah Dzikir

Dzikir dengan menyebut nama Allah pada pagi dan petang hari, sesungguhnya adalah perintah langsung dari Rabb semesta alam. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzaab : 41-42)


فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ


 ”Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (Al-Mu’min : 55)

Adapun pengertian petang dan pagi, waktu yang diperintahkan berdzikir padanya, dijelaskan sendiri oleh Allah dalam Surat Qaaf ayat 39  

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

”Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Robb mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).”

Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Rodhiyallohu ’anhu, ia berkata: 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

 ”Rasulullah shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda: ’Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ’Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai dari pada memerdekakan empat orang budak.’” (HR. Abu Dawud)

Dengan bersandar pada hadits ini pula, Imam Ibnul Qayyim (semoga Allah merahmatinya) menyimpulkan bahwa waktu pagi  yang disyariatkan berdzikir padanya dimulai setelah sholat Shubuh hingga terbitnya matahari. Sedangkan yang dimaksud dengan waktu petang adalah dimulai setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari.  

Adapun mengenai urutan bacaan dzikir, tidak ditemukan dalil yang mengharuskan adanya urutan tertentu dalam membaca dzikir pagi dan petang. Oleh karenanya, tulisan ini dengan sengaja mengetengahkan susunan bacaan dzikir pagi dan petang yang berbeda dengan pada umumnya susunan bacaan dzikir pagi dan petang dari banyak penulis. Hal mana dimaksudkan untuk menghindari munculnya pemahaman seolah-olah bacaan dzikir pagi dan petang ini memiliki susunan atau urutan tertentu yang datang dari Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam.

Demikian pula, apakah dalam setiap pagi dan petang tatkala berdzikir, kita harus membaca seluruh bacaan dzikir secara paket (keseluruhan), pun kami tidak mengetahui adanya dalil yang menerangkan demikian. Wallahu A’lam.

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir adalah salah satu ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang mempunyai banyak keutamaan. Selain mendapat keutamaan sebagaimana dzikir pada umumnya, terkhusus untuk dzikir pagi dan petang – sebagaimana akan diterangkan dalam bab-bab berikutnya – masing-masing bacaan dzikir memiliki keutamaan. Dan bagi orang-orang yang mengamalkannya akan mendapat banyak kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ . قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (Hasan lighayrihi; terdapat Jami’ at-Tirmidzi no. 586)

Berikut beberapa faedah dan keutamaan dzikir pagi dan petang :

1.       Terlindung dari gangguan jin
2.       Mencegah dari berbagai kejahatan
3.      Terhindar dari berbagai mara bahaya
4.       Dapat mengantarkan seseorang menjadi ahli surga
5.       Mendapatkan keridhaan Allah pada hari kiamat
6.       Mendapat pahala serupa dengan memerdekakan 10 budak
7.       Ditulis 100 kebaikan dan dihapus darinya 100 keburukan
8.       Mendapat perlindungan dari syetan selama sehari/semalam
9.       Diampuni dosa-dosanya.  

Wallahu a`lam
0 komentar

SHOLAWAT IBROHIMIYAH


Bismillahirrohmanirrohiim



Sholawat ini terdapat dalam bacaan tasyahud akhir shalat.
Imam Nawawi berkata: Bahwa Sholawat ini dinamakan sholawat Ibrahimiyah karena sholawat tersebut merupakan bentuk sholawat yang paling utama, banyak menimbulkan pengaruh yang besar sekali apabila dibaca tiap-tiap hari secara istiqomah, terutama, bagi yang mempunyai keinginan besar untuk menunaikan ibadah haji, maka perbanyaklah membaca sholawat ini secara istiqomah, karena sholawat ini diajarkan oleh Rasuluuah saw. Adapun kalimatnya yaitu :

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAHIIA WABAARIK ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA ’ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIMA WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA IBRAAHIMA, FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN.

Artinya : Ya Allah , berilah kasih saying kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberi kasih sayangmMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah kepada junjungan kita nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kita nabi Ibrahim dan kelurganya diantara makhluk makhlukmu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.
0 komentar

SHOLAWAT NARIYAH


Bismillahirrohmanirrohiim


اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك 


Allohumma sholli ‘sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka

Artinya : Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuanMU

Sholawat ini pernah diijazahkan oleh ustadz Mawardi, salah seorang muthowwif jamaah hajji Tazkia yang sudah menetap lama di Saudi. Sholawat ini hendaknya dibaca 11 kali setelah sholat fardhu. Sholawat ini banyak faedahnya

Belakangan setelah beberapa waktu berlalu saya membaca kitab terjemahan Afdhal al Salawat ‘ala Sayyid as Sadat karangan Yusuf bin Ismail an Nabhani (diterjemahkan oleh Muzammal Noer dengan judul Bershalawat untuk mendapat keberkahan hidup, dengan penerbit Mitra Pustaka, Cetakan I Desember 2003 hal 302)

Imam Ad Dinawari berkata : Siapa saja membaca shalawat setiap selesai sholat sebanyak 11 kali dan ia menjadikannya sebagai bacaan rutin maka rizkinya tidak akan pernah putus dan ia mendapatkan derajat yang tinggi…
0 komentar

KEMATIAN


Bismillahirrohmanirrohiim
Rasulullah Saw, ketika bersabda:
"Tasbih bagi para lelaki, dan tepukan tangan bagi perempuan." (Hr. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzy dan Nasa’y)
HADITS mulia ini mengandung motivasi beramal dengan maksimal, dan meleburkan gerak dan diam pada Allah Ta’ala.
Engkau telah banyak melihat dari komunitas kaum arifin, membuat isyarat mengenai kondisi ruhani, dan ketika hadir dihadapanNya, mereka menempelkan telapak tangannya. Jangan sampai anda menyangka bahwa isyarat mereka itu termasuk bertepuk tangan. Anda salah. Namun isyarat itu adalah bentuk kesirnaan gerakannya hanya bagi Allah, dan pada gerakan lain, hanya bagi Allah, karena mereka mati bersama  Allah ketika mereka masih hidup. Karena itu Allah menghidupkan mereka, ketika mereka sedang mati.
Anak-anak sekalian, ketahuilah bahwa Allah Swt mempunyai para hamba yang hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah Swt, yang merindukan maut karena rindu kepada Kekasihnya, disamping ia sudah sangat tidak suka dengan kehidupan yang lama di dunia. Tak ada keindahan bagi mereka  karena belum keluar dari dunia. Mereka tergelisahkankan oleh lamanya di dunia, dan rindunya untuk cepat keluar dari dunia, lebih dahsyat dibanding orang yang kehausan air. Jika ajalnya tiba, malaikat maut dengan tujuh puluh ribu malaikat datang diutus Allah dengan penghormatan dan salam, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat yang menyambut dengan penuh kebajikan  sembari mereka berkata, “Salam kepadamu, masuklah kamu sekalian ke syurga, dengan amal-amal yang kamu sekalian lakukan.”
Begitu pula malaikat mendatangi orang beriman dengan aroma paling harum dan wajah paling tampan, lalu sang mukmin berkata:
“Selamat datang, untuk apa kedatanganmu?”
“Untuk mengambil ruhmu, dengan cara mengambil ruh yang  bagaimanakah yang paling kau senangi?” Tanya balik malaikat.
“Apabila aku sedang sujud,” jawabnya.
Lalu malaikat itu melakukan sesuai permintaannya, lalu kedua penjaganya datang dalam salah satu mengatakan pada yang lain:
“Kita punya sahabat dan saudara, telah tiba waktunya berpisah.”
Lantas keduanya berkata bersamaan, “Semoga Allah membalas kebajikan padamu, dan mengampunimu. Engkaulah sebaik-baik saudara, dan engkau benar-benar orang beriman paling mudah, dan sebaik-baik langkah bagi dirimu.”
“Wahai nafsu yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kerelaan dan mendapatkan ridho,” dengan penuh riang dan santai gembira.
Lalu ruhnya bicara pada jasadnya, “Semoga Allah membalas padamu kebaikan dariku,engkau mencintai kebaikan dan orang yang berbuat baik. Dan engkau membeci keburukan dan mereka yang bebruat buruk, aku menitipkan dirimu pada Allah.”
Sosok jenazah sedang lewat bertemu Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah ra, lalu beliau berkata, “Orang yang sedang istirahat, atau sedang menjadi beban.”
“Siapa yang disebut orang yang istirahat?” beliau ditanya seseorang.
“Orang beriman bila mati istirahat dari beban dunia, dan kesengsaraan penghuninya, lalu ia berjumpa dengan rahmat Allah Ta’ala.  Sedangkan orang yang menjadi beban adalah orang yang menentang Allah Ta’ala, dan apabila ia mati, para hamba dan Negara bisa istirahat.”
Ma’mun as-Sulami ra, menegaskan, “Ketika  Abdullah bin Muqatil ra, wafat kami turut memandikan, mengkafani, dan menguburnya. Tiba-tiba ada suara lembut dari langit, “Segala puji bagi Allah yang telah menyinambungkan pecinta dengan Kekasihnya, dengan hati rela dan mendapatkan kerelaanNya.”
Santri dari Abu Abdullah mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Abu Abdullah setelah wafatnya, dimana ia sedang membakar dupa di syurga. Lalu aku bertanya, “Hai Abu Abdullah, bukankah ini dilarang bagi kita?”
“Inilah perjalanan pelayan di Darussalam, di hadapan Yang Diraja Semesta..”
Dzun Nuun Al-Mishry ra, dimimpikan setelah beliau wafat, lalu ditanyakan padanya,”Bagaimana kondisimu?”
“Aku mohon pada Allah empat masalah, lalu Allah Swt memberikan dua saja, dan aku sedang menunggu yang dua itu.”
“Apa semua itu?”
“Kukatakan: Ilahi,  bila Engkau mengambil ruhku jangan Engkau pasrahkan pada Malaikat maut. Bila Engkau bertanya padaku, jangan engkau serahkan pada malaikat Mungkar dan Nakir. Dan jika Engkau merendahkan aku jangan Engkau serahkan pada Malaikat Malik. Dan bila Engkau memuliakan aku janganlah Engkau serahkan pada Malaikat Ridhwan.”
Hikayat Orang Sholeh Paska Maut
Dikisahkan bahwa Dawud al-‘Ujly ra, ketika mati ia dibawa ke kuburnya. Tiba-tiba ia menyemburkan aroma wangi. Lalu tukang kuburnya mengambilnya sebagai minyak aroma wewangian. Sedangkan orang-orang sangat takjub melihatnya. Selama tujuh puluh hari, tetap saja bau wangi. Lalu penguasa wilayah itu berusaha mengambilnya dari orang tersebut, tiba-tiba hilang begitu saja entah kemana sirnanya.
Ammar bin IBrahim ra mengatakan, “Aku bermimpi melihat perempuan miskin setelah kematiannya. Wanita ini sangat senang dengan majlis dzikir, kusapa ia. “Selamat datang wahai wanita miskin…”
“Jauh sekali wahai Ammar. Wanita miskin sudah pergi, dan datanglah si kaya raya,” jawabnya.
“Kemarilah…” kataku.
“Apa yang kau minta pada orang yang diberi kewenangan syurga dan segala isinya?” katanya.
“Dengan apa?” tanyaku.
“Dengan majlis-majlis dzikir.”
“Lalu apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala pada Ali bin Zadan?”
Ia malah tertawa, dan berujar, “Allah memberinya pakaian yang sangat kharismatik, dan dikatakan padanya, “Hai qori’, bacalah, dan naiklah!”.
Ibnu Abil Hiwary ra, mengatakan, “Aku bermimpi bertemu Al-Washily, seakan ia berdiri di angkasa, padahal seluruh langit penuh dengan cahayanya, lalu aku bertanya, “Apa yang diberikan Allah Ta’ala padamu?”
“Sebaik-sebaik Tuhan adalah Tuhan kami. Dia mengampuni kami dan memuliakan kami, dan kami dijadikan sebagai keluargaNya.”
“Kalau begitu beri aku wasiat,” kataku.
“Hendaknya engkau tetap di majlis orang-orang yang berdzikir, sebab mereka menurut kami berada di derajat yang luhur.”
Saat Mu’adz ra, mendekati maut, ia pingsan, lalu sadar, kemudian berkata, “Temukan aku dengan orang-orang yang telah diberi nikmat Allah Ta’ala dari kalangan Nabi, Shiddiqin dan syuhada’,…” Lalu ia tersenyum dan berucap Laailaaha Illalloh Muhammadurrosulullah. Alhamdulillah.” Lalu beliau wafat.
Ja’far adh-Dhobby ra mengatakan, “Aku menghadiri ziarah kubur Malik bin Dinar ra, lalu aku berkata dalam benakku, “Apa ya, yang dianugerahkan Allah pada Malik?”
Lalu kudengar suara dari atas Malik, “Malik selamat dari kehancuran, selamat dari buruknya penempuhan Jalan, dan ia telah berada di rumah kebahagiaan, bertetangga dengan Tuhan Maha Pengampun..”
“Alhamdulillah…” kataku.
Ibnu Bikar mengisahkan, “Suatu hari aku sedang sholat di Mashishoh (nama sebuah kota). Ketika imam salam, seseorang tiba-tiba berdiri dan berkata, “Wahai manusia, aku adalah seorang ahli syurga, dan aku telah mati hari ini. Kalau ada yang butuh, datanglah kemari..”
Ketika kami sholat ashar, orang tersebut meninggal.
Harits bin Umar ath-Tha’i ra sedang sakit di Arminia. Suatu hari ia menghadap kiblat dan sholat dua rekaat, lalu ia berkata di akhir sujudnya, “Ya Allah! Aku memohon dengan NamaMu yang dengannya menjadi pengokoh agama, dan dengan NamaMu yang dengannya  alam semesta  mendapatkan rizki, dan dengan namaMu Engkau hidupkan tulang-tulang yang remuk. Bila ada kebaikan padaku di sisiMu, segerakan matiku.”
Lalu ia terdiam, dan orang-orang menggerak-gerakkannya, ternyata ia sudah mati.
Seseorang pernah melihat Malik bin Dinar ra, seakan-akan ia ada di istana di cakrawala, yang tidak bias digambarkan keindahannya. “Apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala padamu hai Malik?” tanya seseorang.
Ia menjawab, “Tuhanku menempatkan aku di istana ini —seperti kau lihat— dan Dia memperkenankan diriku untuk memandangNya manakala aku rindu padaNya, tanpa bagaimana atau tanpa padanan. Walhamdulillaahi robbil ‘alamin.”
Ketika guruku Syeikh Manshur ra, hendak wafat, kami menangis di dekatnya. Lalu beliau siuman dari pingsannya, dan berkata:\
“Kematian pecinta adalah kehidupan tiada putus-putusnya. 
Suatu kaum mati, namun mereka hidup di tengah manusia.”
Lalu beliau berucap, “Asyhadu al-Laailaaha Illalloh, wa-Asyhadu Anna Muhammadar-Rasulullah, Shollallaahu ‘alaihi wa-Alihi wasallam. Lalu takdir menjemputnya dan ruhnya yang suci  membubung ke hadirat Ilahi Sang Pencipta.
Semoga Allah memberkahi Al-Qutub Agung Sayyid Ahmad Rifa’y dan keluarga tercintanya dan seluruh muslimin. Salam semoga kepada para Rasul. Walhamdulillahi Rabbil’alamin.
Wallahu a`lam
0 komentar

MENCAMPURI URUSAN ORANG LAIN


Bismillahirrrohmanirrohiim
Sayidina Ali KWH
Aku telah mencari kenyamanan untuk diriku, maka aku tidak mendapatkan sesuatu yang lebih nyaman daripada meninggalkan apa yang bukan urusanku.
Kerendahan seseorang diketahui dengan banyaknya pembicaraannya dalam hal yang bukan menjadi urusannya, dan pemberitaannya akan hal-hal yang tidak ditanyakan kepadanya.
Barangsiapa yang membebani diri pada hal yang bukan urusannya (kepentingannya), niscaya akan terlewat darinya apa yang menjadi urusannya.
Buruk Sangka
Sejelek-jelek orang adalah yang tidak percaya kepada siapa pun karena sangkaan-buruknya, dan tidak ada seorang pun yang percaya kepadanya karena kesannya yang buruk.
Barangsiapa yang menahan diri dari mencampuri urusan orang lain, niscaya pendapatnya akan diterima oleh banyak orang.
Tinggalkanlah perkataan yang tidak engkau ketahui dan pidato yang tidak dibebankan kepadamu.
Janganlah sekali-kali buruk sangka menguasaimu, karena sesungguhnya ia tidak meninggalkan antara engkau dengan Tuhanmu suatu perdamaian.
JanganIah sekali-kali engkau menduga satu kalimat pun yang keluar dan seseorang sebagai keburukan, sementara engkau menduga di dalamnya mengandung kebaikan.
Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara.
Alangkah bagusnya berbaik sangka, hanya saja di dalamnya terdapat kelemahan. Dan alangkah buruknya buruk sangka, hanya saja di dalamnya terdapat kehati-hatian.
Wallahu a`lam
0 komentar

RAHASIA ANUGRAH


Bismillahirrohmanirrohiim
Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
“Allah swt mengetahui bahwa para hamba itu berhasrat kepada munculnya rahasia pertolongan, maka Allah Swt, berfirman: “Allah mengkhususkan RahmatNya kepada orang yang dikehendakiNya.” (Al-Baqarah: 105) Dan Dia Tahu, bila mereka dibiarkan (mengetahui rahasianya), maka mereka akan meninggalkan amal itu, karena mengandalkan pada ketentuan Azali. Maka Allah Swt, berfirman ”Sesungguhnya rahmat Allah itu teramat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Al-A’raf: 56)
PARA hamba Allah swt sangat berhasrat mengetahui bagaimana masa depannya, apakah ia dalam kondisi bahagia atau celaka, sehingga para hamba itu ingin tahu rahasia Pertolongan Allah Swt. Lalu mereka berdoa, melakukan berbagai amaliah.
Para keinginan para hamba itu, menurut Syteikh Zarruq,  didasari oleh tiga hal:
Ingin mengenal segala sesuatu sampai ke akar-akarnya, yang merupakan naluriyah jiwanya.
Ingin mengenal faktor-faktor penyebab yang menghantar pada keinginannya.
Di dalam nafsunya ada klaim-klaim yang kuat, yang  mendorong dirinya untuk mengenal faktor sesuai yang kehendaki.
Disinilah Allah Swt, mengembalikan bahwa segalanya itu atas kehendakNya, bukan kehendak kita. KehendakNya tidak ada yang bisa memaksaNya. Dialah Sang Penimbul, Pemula dan Pembangkit segalanya. TindakanNya tidak dilatarbelakangi oleh faktor tertentu, sedangkan semua faktor penyebab yang ada ini adalah ciptaanNya pula.
Allah Swt juga Mengetahui, jika hambaNya dibiarkan mengetahui rahasia pertolonganNya, dipastikan mereka malah meninggalkan amaliyahnya, karena bersandar saja pada ketentuan Azali.
Mereka akan mengatakan, “Bila di zaman azali ada ketentuan bahwa saya ahli syurga, untuk apa saya beribadah, berdo’a  dan berusaha?”
Maka Allah Swt pun berfirman, “Sesungguhnya rahmat Allah itu teramat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Amaliyah yang sholeh hanyalah pertanda akan adanya ‘Inayah, walau pun tidak menjadi sebab wajib yang menentukan ‘Inayah itu harus demikian.
Ibnu Athaillah menegaskan berikutnya:
“Segala sesuatu tergantung KehendakNya, bukan KehendakNya bergantung pada segala sesuatu.”
Segala yang ada ini muncul karena kehendak AzaliNya. Doa, amal ibadah, dan usaha tidak memiliki pengaruh apa pun, pada munculnya kehendak para hamba. Semua bergantung pada hukum Azali.
Lalu aturan kehambaan kita, adalah aturan harus dilakukan, yaitu berusaha, beramal ibadah, taat dan patuh dan senantiasa butuh kepada Allah Swt, sebagai perwujudan kepatuhan hamba kepadaNya.
Al-Wasithy mengatakan, sesungguhnya Allah Swt tidak mendekati si fakir karena kefakirannya, juga tidak menjauhi si kayak arena kekayaannya. Seluruh makhluk ini tidak memiliki pengaruh, baik sukses maupun gagal, bahkan seandainya dunia adan akhirat anda serahkan sepenuhnya kepada Allah, anda tetap tidak akan sampai kepada Allah Swt, dengan dunia dan akhirat anda. Allah mendekatkan mereka kepadaNya, bukan karena sebab atau faktor tertentu, dan Allah mejauhkan mereka dariNya, juga bukan karena faktor-faktor tertentu. Allah Swt, berfirman: “Siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah baginya, maka ia tidak akan meraih cahaya itu.”
Namun, bila Allah Swt, menghendaki hambaNya untuk meraih anugerahNya, maka si hamba pun ditakdirkan untuk berikhtiar, patuh dan beramal sholeh serta ibadah yang benar, tetapi  seluruh tindakan hamba itu tidak menjadi penyebab yang mengharuskan turunnya anugerah, namun amal ibadah dan kepatuhan itulah anugerah yang sesungguhnya.
Wallahu a`lam
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. LEGOWO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger